Kasus Nadia
Contoh Kasus

Kasus Nadia

06 Oct 2025


Cover

Nadia adalah siswi SMP kelas VIII berusia 13 tahun di sebuah kota kecil di Jawa Timur. Ia dirujuk ke guru BK karena menunjukkan gejala depresi, prestasi akademik menurun, perilaku menentang aturan guru, serta terlibat beberapa kali perkelahian dengan teman sekelas.

Perubahan perilaku ini mulai terlihat tiga bulan lalu, setelah Nadia tidak sengaja mendengar percakapan antara ibunya dan bibi yang membicarakan perselingkuhan ayahnya selama bertahun-tahun. Ia terkejut mengetahui hal itu.

Sejak saat itu, Nadia sering membolos sekolah (total 12 hari dalam enam bulan terakhir), berkonflik dengan ibunya, dan kehilangan minat pada kegiatan yang dulu ia sukai, seperti menggambar dan bermain basket. Padahal, sebelumnya Nadia termasuk siswa berprestasi dan aktif di ekstrakurikuler.

Ayah Nadia saat ini tinggal di luar kota dan tidak pernah menghubungi keluarganya sejak meninggalkan rumah setahun lalu. Nadia tinggal di rumah kontrakan kecil bersama ibu dan adik laki-lakinya yang berusia 7 tahun. Ia mengeluh merasa sesak karena rumah mereka jauh lebih kecil dibandingkan rumah lama mereka sebelum orang tuanya berpisah.

Karena Nadia masih di bawah umur, sesi awal konseling dilakukan bersama ibunya. Ibunya, Rina, mengatakan bahwa Nadia cenderung menutup diri dan sulit mempercayai orang lain. Dalam pertemuan awal, Nadia mengatakan bahwa ia tidak mau bercerita jika guru BK/konselor hanya akan “menyuruh-nyuruh” seperti guru lain atau ibunya. Saat wawancara, Nadia lebih banyak diam, dan ibunya sering menjawab pertanyaan guru BK/konselor menggantikan Nadia, bahkan ketika Nadia berusaha berbicara.

Rina juga menceritakan bahwa ayah Nadia selama pernikahan dikenal sangat kritis, jarang menunjukkan kasih sayang, dan sering bersikap dingin terhadap keluarga. Nadia sendiri mengatakan, “Aku tidak merasa punya ayah, soalnya ayah yang sebenarnya seharusnya menjaga keluarganya.” Ia juga mengaku lelah karena selalu dipaksa oleh guru dan ibunya untuk melakukan hal-hal yang tidak ia inginkan.


~Kasus yang disajikan dalam materi ini merupakan ilustrasi fiktif yang disusun semata-mata untuk tujuan pembelajaran. Segala kesamaan dengan individu atau peristiwa nyata adalah kebetulan belaka.~


Simulasi Konseptualisasi Kasus Nadia


Tinggalkan Komentar