Kasus Siti
Contoh Kasus

Kasus Siti

06 Oct 2025


Cover

Siti adalah seorang mahasiswi berusia 22 tahun yang baru saja lulus dari jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra di salah satu universitas negeri. Ia merupakan anak kedua dari dua bersaudara dan berasal dari keluarga Sunda. Ia disarankan oleh temannya untuk pergi konseling karena ikut merasa bingung dengan curhatan Siti dan adanya perubahan suasana hati Siti selama beberapa waktu terakhir.

Permasalahan utama Siti adalah konflik antara melanjutkan studi S2 di luar negeri dengan beasiswa penuh dan tetap berada di rumah untuk mendampingi ayahnya yang mengidap penyakit kronis. Ayahnya didiagnosis menderita penyakit jantung dan kondisinya semakin memburuk. Kedua orang tua Siti sangat berharap ia tetap tinggal di rumah, namun dosen dan teman-teman dekatnya terus mendorongnya untuk mengambil kesempatan emas tersebut.

Siti merasa terjepit dan tertekan oleh keputusan ini. Ia merasa bersalah jika harus meninggalkan ayahnya dan mengkhawatirkan anggapan "anak durhaka" dari keluarga besarnya. Ia merasa memiliki kewajiban untuk merawat orang tuanya. Di sisi lain, ia juga memiliki mimpi untuk mengembangkan diri dan merasa bahwa kesempatan beasiswa ini adalah satu-satunya jalan untuk mencapai potensi maksimalnya. "Jika aku tetap di rumah selamanya, aku akan merasa gagal," katanya. Ia telah mencoba berbicara dengan orang tuanya, tetapi mereka tidak bisa memahami dilemanya.

Siti adalah anak bungsu dari dua bersaudara. Kakak perempuannya yang lulusan SMK telah menikah dan tinggal di kota lain. Hubungan mereka tidak terlalu akrab dan jarang berkomunikasi. Siti merasa orang tuanya terlalu ketat padanya, namun ia percaya itu adalah cara mereka menunjukkan kasih sayang. Keluarga besarnya juga sering membandingkan Siti dengan kakaknya dan menganggap bahwa kegagalan kakaknya adalah peringatan agar Siti tidak melakukan kesalahan. Ia merasa orang tuanya khawatir jika ia pergi jauh akan "menjadi seperti kakaknya."

Selain masalah keluarga, Siti juga memiliki keyakinan bahwa permasalahannya adalah karena "kurang iman." Ia sering berdoa setiap hari agar diberi petunjuk dan ketenangan hati. Ayahnya juga meyakini bahwa tanpa perawatan dari Siti, umurnya tidak akan lama lagi.


~Kasus yang disajikan dalam materi ini merupakan ilustrasi fiktif yang disusun semata-mata untuk tujuan pembelajaran. Segala kesamaan dengan individu atau peristiwa nyata adalah kebetulan belaka.~


Simulasi Konseptualisasi Kasus siti

Tinggalkan Komentar