Kasus Budi
Contoh Kasus

Kasus Budi

06 Oct 2025


Cover

Budi adalah mahasiswa S2 berusia 28 tahun yang sedang menjalani konseling di Unit Layanan Konseling kampus terkait kecemasan, rasa sedih, dan kemarahannya setelah putus hubungan dengan tunangannya tiga bulan lalu. Ini adalah hubungan serius pertamanya dengan seorang guru honorer yang berkerja di sekolah negeri.

Budi dikenal ramah, pandai berbicara, dan cukup populer di kampus karena aktif di organisasi. Sikapnya yang percaya diri membuatnya mudah bergaul, meskipun ia pernah drop out selama satu semester karena masalah keuangan sebelum akhirnya kembali kuliah. Saat ini ia tinggal sendiri di kontrakan dekat kampus, bekerja paruh waktu sebagai barista, dan sering nongkrong di kafe atau mengikuti acara komunitas hobi untuk “mencari pasangan yang cocok.”

Ia menceritakan bahwa hubungannya dengan mantan tunangan sering diwarnai “masalah kepastian hubungan.” Mantan tunangannya mengeluhkan dan mendesak Budi untuk segera melangsungkan pernikahan, namun Budi merasa masih perlu mempersipakan diri secara ekonomi dan juga menyelesaikan kuliah S2. Setelah sebuah pertengkaran besar karena tidak menemukan kesepakatan atas permintaan mantan tunangan dan keinginan Budi menyelesaikan kuliah, mantan tunangannnya meminta untuk memutuskan hubungan dan memutus semua kontak.

Selama satu semester terakhir Budi tidak bisa tenang dan fokus menyelesaikan tesis. Progres terakir dari tesisnya adalah menyelesaikan seminar proposal, namun kini ia kesulitan menyelesaikan penelitian karena kesulitan mencari narasumber dan data penelitian. 

Budi adalah anak dari keluarga paling sederhana diantara keluarga besar lainnya. Keluarga besarnya cukup akrab dan sering membuat pertemuan keluarga besar, dalam pertemuan ini biasanya menjadi ajang untuk saling menceritakan kesusesan masing-masing. Saudara-saudara Budi sering kali menceritakan kesuskesannya dalam bekerja, perestasi dalam pendidikan, atau pencapaian pernikahan yang diimpikan. Seringnya Budi juga akan ditanya oleh saudara-saudaranya mengenai kesuksesannya yang telah ia capai. Ia menggambarkan kehidupan di lingkungan keluarga besar ini adalah tekanan besar dan tidak membuatnya bahagia saat kumpul bersama. Budi telah mengikuti beberapa sesi konseling, tetapi meskipun ia mendapatkan pengetahuan baru mengenai masalahnya, tidak ada perubahan signifikan dalam perilaku interpersonalnya. 


~Kasus yang disajikan dalam materi ini merupakan ilustrasi fiktif yang disusun semata-mata untuk tujuan pembelajaran. Segala kesamaan dengan individu atau peristiwa nyata adalah kebetulan belaka.~


Simulasi Konseptualisasi Kasus Budi

Tinggalkan Komentar