Distorsi kognitif adalah pola pikir tidak akurat, tidak logis, dan cenderung melebih-lebihkan aspek negatif yang membentuk cara seseorang memandang dunia, cara merasa, dan cara bertindak. Memiliki pikiran-pikiran ini beberapa kali merupakan hal yang normal, tetapi jika ini sering terjadi bisa memicu gangguan psikologis.
Lembar materi ini memperkenalkan dan menjelaskan berbagai bentuk distorsi kognitif yang diidentifikasi oleh Aaron T. Beck dan ini adalah yang paling sering muncul dalam kehidupan sehari-hari. Melalui materi ini, konseli dapat belajar mengenali distorsi kognitif serta memahami dampaknya terhadap suasana hati. Dengan mengurangi atau menghindari pola pikir yang tidak akurat, individu akan lebih mudah menjaga perspektif yang seimbang, meurunkan tingkat kecemasan. Serta mengingkatkan penghargaan tarhadap diri sesniri. Setelah mampu mengidentifikasi distorsi kognitif, langkah selanjutnya biasanya adalah menantang pikiran-pikiran tersebut melalui proses yang dikenal sebagai cognitive restructuring.