Apa itu CBT
Terapi kognitif, sering kali juga disebut Cognitive Behavior Therapy (CBT) merupakan pendekatan konseling yang berfokus pada hubungan antara pikiran, perasaan, dan perilaku. Inti dari terapi ini adalah membantu individu mengenali dan mengubah pola pikir yang tidak produktif atau merusak (distorsi kognitif) yang sering kali menjadi akar dari masalah emosional dan perilaku.
Sebagai salah satu pendekatan berbasis bukti yang cukup efektif, CBT telah diakui sebagai “standar emas” dalam dunia psikologis klinis. Pendekatan ini terbukti berhasil dalam menangani berbagai gangguan seperti depresi, kecemasan, fobia, dan PTSD. Prosesnya yang kolaboratif dan terstruktur memberdayakan individu untuk mengembangkan keterampilan praktis guna mengelola tantangan hidup, memastikan perubahan positif dapat dapat dipertahankan jangka panjang.
Sejarah CBT
Sejarah Cognitive Behavior Therapy (CBT) adalah kisah tentang bagaimana dunia psikologi bergeser dari focus pada alam bawah sadar ke pemahaman yang kebih praktis tentang pikiran manusia. CBT lahir pada pertengahan abad ke-20 sebagai respon terhadap keterbatasan psikoanalisis dan terapi perilaku tradisional. Salah satu tokoh utama adalah Aaron T. Beck, seorang psikiater yang awalnya berlatih sebagai psikoanalisis.
Pada praktik klinisnya, Beck menyadari bahwa pasiennya, terutama yang menderita depresi, seringkali memiliki pikiran negatif otomatis yang muncul begitu saja, bahkan tanpa disadari. Pikiran-pikiran seperti “Aku akan gagal” atau “Aku tidak berguna,” tidak berasal dari konflik masa lalu yang dalam, melainkan dari pola pikir yang sudah ada.
Penemuan ini menjadi titik awal, Beck menyadari bahwa akar masalah emosional seringkali bukan pada peristiwa itu sendiri, melainkan pada cara individu menafsirkan peristiwa tersebut. Dengan kata lain, pikiran mempengaruhi perasaan dan perilaku kita.
Dari sinilah Beck, mengembangkan teori distorsi kognitif dan skema kognitif, yaitu pola keyakinan yang membentuk cara seseorang menafsirkan pengalaman hidupnya. Terapi kognitif yang ia kembangkan kemudian dikombinasikan dengan teknik perilaku, sehingga lahirkah CBT, sebuah pendekatan yang terstruktur, praktis, dan befokus pada perubahan pikiran serta perilaku maladaptif.
Kontribusi Aaron T. beck sangat besar, mengubah cara konselor melihat dan mengobati masalah kesehatan mental. Berkat penelitiannya yang ekstensif, terapi kognitif (sering disebut CBT) kini diakui sebagai terapi yang cukup efektif dalam dunia konseling.