Latihan Keterampilan Intervensi 2


1. Budi (Konseli): "Setelah putus, saya merasa seperti BENAR-BENAR GAGAL TOTAL. Saya gagal dalam hubungan, dan sekarang tesis juga mandek. Sepertinya semua yang saya mulai akan berakhir dengan kegagalan." Sebagai konselor, respons mana yang paling tepat untuk membantu Budi menyadari distorsi kognitifnya?

2. Budi (Konseli): "Saya yakin mantan tunangan saya sekarang menyesal telah bertunangan dengan saya. Dia pasti berpikir, 'Untung saya tahu dari awal Budi ini orang yang tidak bisa diberi harapan.' Itu semua salah saya karena tidak bisa memberinya kepastian." Manakah respons konselor yang paling efektif untuk menyoroti dua distorsi kognitif sekaligus?

3. Budi (Konseli): "Saya tidak sanggup menghadapi pertemuan keluarga besar minggu depan. Mereka pasti akan bertanya tentang tunangan dan tesis saya. Ketika saya jawab jujur, mereka pasti akan melihat saya sebagai anak yang gagal. Masa depan saya di keluarga besar sudah hancur." Respons konselor manakah yang paling tepat untuk menantang prediksi Budi?

4. Konselor: "Apa ada hal yang masih berjalan baik dalam hidupmu saat ini, sekecil apapun itu?" Budi (Konseli): "Ya, kerja sebagai barista masih lancar, tapi itu kan cuma kerjaan sampingan. Saya juga aktif di komunitas, tapi itu tidak ada artinya dibandingkan dengan kegagalan hubungan dan tesis saya." Respons konselor mana yang paling tepat untuk menyoroti distorsi yang terjadi?

5. Budi: "Setiap kali saya lihat pasangan yang sudah menikah, saya langsung berpikir: 'Saya tidak akan pernah bisa membahagiakan pasangan saya di masa depan. Tidak ada seorang pun yang akan betah dengan saya.'" Konselor: "Kamu menggunakan kata 'tidak akan pernah' dan 'tidak ada seorang pun'. Bisakah kita eksplorasi lebih dalam? Apakah benar tidak ada satu pun momen di mana kamu bisa membahagiakan orang lain, atau tidak ada satu pun orang yang merasa nyaman bersamamu?" Teknik CBT apakah yang digunakan konselor?

6. Budi: "Kalau sampai saya tidak lulus S2 tepat waktu, itu akan menjadi bencana besar! Seluruh keluarga besar akan tahu bahwa saya benar-benar tidak mampu. Masa depan karier saya hancur total!" Konselor: "Mari kita bayangkan skenario yang kamu khawatirkan. Katakanlah kamu benar-benar tidak lulus tepat waktu, lalu apa yang sebenarnya akan terjadi? Apakah keluarga besar akan memecat kamu dari keluarga? Apakah tidak ada satu pun lowongan kerja yang menerima lulusan S2 yang telat lulus?" Teknik CBT apakah yang digunakan konselor?

7. Budi: "Melihat kakak dan adik-adik saya yang sudah sukses, saya merasa saya ini BENAR-BENAR GAGAL TOTAL. Mereka sempurna dalam segala hal, sedangkan saya tidak." Sebagai konselor CBT, respons mana yang PALING TEPAT dengan menggunakan teknik Challenging All-or-nothing thinking?

8. Budi: "Saya harus segera menikah dalam waktu dekat. Kalau tidak, saya akan menjadi beban bagi keluarga dan semua orang akan menganggap saya tidak normal." Sebagai konselor CBT, respons mana yang PALING TEPAT dengan menggunakan teknik Understanding idiosyncratic Meaning?